Transaksi Saham GOTO di Pasar Nego BEI Tembus Rp21 per Lembar

Transaksi Saham GOTO di Pasar Nego BEI Tembus Rp21 per Lembar

Sebanyak 23,64 juta lot saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) ditransaksikan di bawah harga pasar reguler pada pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (20/8/2026). 

Transaksi besar ini terjadi di tengah tekanan jual yang masih membayangi emiten teknologi tersebut pasca-keputusan MSCI Inc. yang mengecualikan saham GOTO dari indeks saham globalnya.

Detail Transaksi di Pasar Negosiasi

Transaksi Saham GOTO di Pasar Nego BEI Tembus Rp21 per Lembar
(Foto Saham GOTO dari Aplikasi Stockbit)
Transaksi negosiasi tersebut dilakukan pada harga Rp21 per lembar, jauh di bawah harga pasar reguler yang masih bertahan di level Rp50 per lembar. Dengan volume 23,64 juta lot, total nilai transaksi saham GOTO di pasar negosiasi mencapai Rp49,7 miliar.

Kondisi ini mencerminkan adanya tekanan likuiditas yang signifikan, di mana antrean penjualan saham GOTO pada papan reguler menumpuk hingga 378,88 juta lot atau setara Rp1,89 triliun. Nilai perdagangan di pasar reguler hingga jeda siang hanya sebesar Rp277,84 juta, menunjukkan minimnya aktivitas jual-beli di harga pasar normal.

Kinerja Keuangan Positif Semester I-2026

Di tengah tekanan pasar, perseroan menegaskan telah mencatatkan kinerja keuangan yang positif sepanjang semester I-2026. GOTO berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp607,48 miliar, berbalik dari sebelumnya mencatatkan rugi bersih sebesar Rp580,01 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan bersih perseroan juga mencapai Rp10,99 triliun, menunjukkan perbaikan fundamental bisnis yang signifikan. Kinerja positif ini延续了 tren profitabilitas yang dimulai sejak kuartal I-2026, ketika GOTO pertama kali mencatat laba bersih.

Klarifikasi Manajemen Terkait Eksklusi MSCI

Manajemen GOTO memberikan klarifikasi terkait keputusan MSCI Inc. yang mengeksklusi saham perseroan dari indeks saham globalnya. Head of Corporate Affairs GoTo, Audrey Petriny, menyatakan bahwa perseroan menyadari keputusan ini merupakan kabar yang kurang menyenangkan bagi banyak pemegang saham.

"Kami memperhatikan keputusan MSCI terkait eksklusi GOTO dari indeks sahamnya, dan kami menyadari bahwa ini merupakan kabar yang kurang menyenangkan bagi banyak pemegang saham kami," ujar Audrey.

Audrey menambahkan bahwa pihak perseroan akan terus membuka ruang komunikasi dengan MSCI Inc. sembari berfokus pada penguatan kinerja operasional bisnis secara berkelanjutan. "Keputusan peninjauan indeks dilakukan secara berkala dan kami akan terus menjalin dialog aktif dengan MSCI. Sementara itu, kami akan tetap fokus mengelola bisnis untuk menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham," tambah Audrey.

Jadwal Efektif Perubahan Indeks MSCI

Perubahan pada MSCI Global Standard Index tersebut dijadwalkan berlaku pada penutupan perdagangan BEI tanggal 31 Agustus 2026 dan mulai efektif pada 1 September 2026. MSCI menghapus GOTO dari indeksnya menggunakan lowest system price sebesar 0,00001 dalam mata uang saham tersebut, berbeda dari penghapusan konstituen secara normal yang umumnya menggunakan harga pasar pada tanggal implementasi.

Langkah ini diambil MSCI karena menilai terdapat potensi masalah replikasi indeks akibat likuiditas GOTO yang sangat rendah, di mana saham GOTO tercatat terus diperdagangkan pada harga minimum Rp50 di BEI sejak 13 Mei 2026.

Dampak Bagi Investor

Eksklusi dari indeks MSCI Global Standard Index berpotensi mengurangi minat investor institusi dan pengelola dana pasif terhadap saham GOTO, karena banyak fund manager yang mengikuti komposisi indeks tersebut dalam alokasi portofolio mereka. Namun, dengan kinerja keuangan yang terus membaik, prospek jangka panjang perseroan tetap menarik bagi investor yang melihat fundamental bisnis.

Next Post Previous Post