IHSG Melemah Menjelang Akhir Pekan, Ditutup di Level 6.241,89

 

IHSG Melemah Menjelang Akhir Pekan, Ditutup di Level 6.241,89

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup melemah pada perdagangan Jumat, 25 September 2026. Menjelang akhir pekan, IHSG turun 0,90% ke level 6.241,89.

IHSG Sempat Menguat

Mengacu pada data RTI Business, IHSG sempat bergerak positif pada awal perdagangan. Indeks mencapai level tertinggi harian di posisi 6.328,41 sebelum akhirnya berbalik arah dan ditutup di zona merah.

Pelemahan tersebut menunjukkan tekanan jual masih membayangi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia. Investor terlihat lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi menjelang akhir pekan.

Aktivitas Perdagangan

IHSG Melemah Menjelang Akhir Pekan, Ditutup di Level 6.241,89
(Foto IHSG dari Google Finansial)
Aktivitas perdagangan saham pada Jumat tergolong tinggi. Berikut sejumlah data perdagangan IHSG:

Volume perdagangan: 33,26 miliar saham.

Nilai transaksi: Rp9,45 triliun.

Frekuensi transaksi: 1.633.682 kali.

Saham melemah: 558 saham.

Saham menguat: 118 saham.

Saham stagnan: 117 saham.

Dominasi saham yang melemah menjadi salah satu faktor utama yang menekan kinerja IHSG pada penutupan perdagangan hari ini.

Indeks LQ45 Ikut Melemah

Selain IHSG, indeks saham unggulan LQ45 juga berakhir di zona negatif. Indeks tersebut turun 0,35% ke level 621,107 pada penutupan perdagangan Jumat.

Pelemahan indeks LQ45 mengindikasikan bahwa tekanan jual tidak hanya terjadi pada saham-saham lapis kedua, tetapi juga merambah sejumlah saham berkapitalisasi besar dan likuid.

Kinerja Sepekan dan Tahunan

Dalam sepekan terakhir, IHSG tercatat melemah 3,09%. Penurunan ini memperlihatkan bahwa tekanan terhadap pasar saham domestik masih cukup kuat dalam jangka pendek.

Sementara itu, secara kumulatif sejak awal 2026, IHSG telah terkoreksi 27,81%. Pergerakan tersebut menjadi perhatian investor karena mencerminkan penurunan yang signifikan sepanjang tahun berjalan.

Dengan penutupan di level 6.241,89, pelaku pasar akan mencermati sejumlah sentimen ekonomi dan perkembangan global yang berpotensi memengaruhi arah perdagangan IHSG pada pekan berikutnya.

Next Post Previous Post