Saham BUMI Melonjak Hari Ini Usai Tuntaskan Akuisisi Loyal Metals

Saham BUMI Melonjak Hari Ini Usai Tuntaskan Akuisisi Loyal Metals

Saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) kembali menguat tajam pada perdagangan Selasa, 8 September 2026, tak lama setelah emiten tambang batu bara itu resmi menyelesaikan akuisisi 100% saham Loyal Metals Ltd., perusahaan tambang asal Australia.

Penguatan ini melanjutkan reli yang sudah dimulai sejak pengumuman akuisisi pada Senin (7/9), di mana saham BUMI sempat menyentuh auto rejection atas (ARA).

Detail Akuisisi yang Baru Diselesaikan BUMI

Bumi Resources menyelesaikan pengambilalihan Loyal Metals melalui anak usahanya di Australia, Bumi Resources Australia Pty Ltd. (BRA), pada Jumat, 4 September 2026.

Dalam transaksi itu, BRA membeli 175.710.515 lembar saham Loyal Metals, yang mewakili 100% modal ditempatkan dan disetor penuh perusahaan tersebut.

Nilai transaksi akuisisi tercatat sebesar Rp1.004.742.244.136,50 atau sekitar Rp1 triliun, setara dengan AUD79.069.731,75.

Direktur BUMI R.A. Sri Dharmayanti memastikan bahwa dengan selesainya transaksi ini, BUMI melalui BRA kini memegang 100% kepemilikan atas Loyal Metals Ltd.

Profil Loyal Metals: Aset Emas, Tembaga, hingga Litium

Loyal Metals Ltd. merupakan perusahaan tambang yang berfokus pada mineral kritis, dengan portofolio proyek di Australia dan Kanada.

Aset utamanya mencakup proyek tembaga-emas di Australia serta proyek litium di Kanada, yang sejalan dengan strategi BUMI untuk memperluas bisnis di luar batu bara.

Akuisisi ini menjadi bagian dari jejak ekspansi BUMI di sektor logam mulia dan mineral strategis, setelah sebelumnya juga terlibat dalam sejumlah transaksi di sektor serupa.

Reaksi Pasar: Saham BUMI “Ngacir” Sejak Pengumuman

Begitu kabar akuisisi ini muncul ke publik pada Senin (7/9), saham BUMI langsung merespons positif.

Pada Senin, 7 September 2026, saham BUMI sempat naik hingga sekitar 3,81% ke level Rp218 di sesi I, dan dalam sepekan tercatat melonjak sekitar 10,5%.

Dalam sebulan, kenaikan saham BUMI bahkan mencapai sekitar 25% sebelum pengumuman akuisisi ini.

Pada Selasa, 8 September 2026, momentum itu berlanjut. Saham BUMI masuk dalam top gainers LQ45 dengan kenaikan sekitar 5,5% ke level Rp232 per saham pada pagi hari.

Sejumlah laporan juga mencatat BUMI menjadi salah satu saham dengan net buy asing terbesar, dengan nilai beli bersih asing mencapai Rp180,5 miliar pada Senin (7/9).

Mengapa Akuisisi Ini Penting bagi BUMI?

Akuisisi Loyal Metals menandai langkah strategis BUMI dalam:

Diversifikasi bisnis: mengurangi ketergantungan pada batu bara dengan masuk lebih dalam ke sektor emas, tembaga, dan litium.

Ekspansi internasional: memperkuat posisi BUMI di pasar Australia dan Kanada melalui aset-aset mineral kritis yang sedang banyak dilirik investor global.

Menangkap tren energi hijau: litium dan tembaga merupakan komoditas kunci untuk baterai kendaraan listrik dan infrastruktur energi terbarukan.

Bagi investor, transaksi ini menjadi sinyal bahwa BUMI tidak hanya bertumpu pada siklus batu bara, tetapi mulai membangun portofolio jangka panjang di komoditas masa depan.

Prospek Saham BUMI ke Depan

Saham BUMI Melonjak Hari Ini Usai Tuntaskan Akuisisi Loyal Metals
(Foto Saham BUMI dari Google Finansial)
Analis memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang 6.600–6.700 pada periode ini, dengan saham-saham komoditas seperti BUMI dan AMMN menjadi penggerak utama.

Dengan sentimen positif dari akuisisi, aliran dana asing yang masuk, serta tren kenaikan harga dalam sepekan dan sebulan terakhir, saham BUMI dipandang memiliki momentum kuat, meski tetap perlu diwaspadai volatilitas khas saham tambang.

 

Next Post Previous Post