Saka Energi Bor Sumur Eksplorasi Pekawai, Incar Potensi 109 BCF Gas

Saka Energi Bor Sumur Eksplorasi Pekawai, Incar Potensi 109 BCF Gas

PT Saka Energi Indonesia mulai mengebor sumur eksplorasi Saka Manpatu-1 atau SM-1 di Wilayah Kerja Pekawai, Kalimantan Timur, pada 22 September 2026. Pengeboran ini dilakukan untuk menguji potensi cadangan hidrokarbon baru, dengan target akhir pengeboran sekitar 12.400 kaki ukur atau feet measured depth (ftMD).

Saka Energi merupakan perusahaan hulu minyak dan gas bumi (migas) yang menjadi anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN, bagian dari Subholding Gas Pertamina. Kegiatan eksplorasi tersebut dilaksanakan melalui PT Saka Energi Sepinggan selaku operator WK Pekawai.

Uji Dua Zona Target

Sumur SM-1 akan menjalani pengujian pada dua zona target. Pengujian tersebut ditujukan untuk memperoleh informasi lebih rinci mengenai karakteristik hidrokarbon yang ditemukan, termasuk potensi produksi dan kualitas reservoir.

Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PT Saka Energi Indonesia Fuji Koesumadewi mengatakan, WK Pekawai memiliki potensi eksplorasi yang menarik. Menurutnya, pengeboran SM-1 menjadi langkah penting untuk menguji potensi hidrokarbon yang sebelumnya telah diidentifikasi melalui studi geologi dan geofisika.

“WK Pekawai memiliki potensi eksplorasi yang menarik dan menjadi salah satu area yang terus kami eksplor. Pengeboran Saka Manpatu-1 merupakan langkah penting untuk menguji potensi hidrokarbon yang telah diidentifikasi melalui berbagai kegiatan studi geologi dan geofisika,” ujar Fuji dalam keterangannya, Jumat (25/9/2026).

Gunakan Teknologi Casing While Drilling

Dalam pengeboran tersebut, Saka Energi berkolaborasi dengan konsorsium PT Pertamina Drilling Services Indonesia dan PT ADES Drilling Indonesia. Operasi pengeboran menggunakan Jack-Up Rig Soehanah.

Saka juga menerapkan teknologi casing while drilling (CWD). Teknologi ini memungkinkan proses pengeboran dan pemasangan casing dilakukan secara bersamaan dalam satu rangkaian operasi.

Sebelumnya, teknologi CWD telah digunakan Saka dalam pengeboran sumur SID-5 di Wilayah Kerja Pangkah. Penerapan teknologi tersebut pada sumur SM-1 diharapkan dapat meningkatkan efektivitas, efisiensi, serta keselamatan operasi dengan menyesuaikan kondisi bawah permukaan.

Sebelum pengeboran dimulai, perusahaan telah menyiapkan berbagai aspek teknis dan operasional. Persiapan itu mencakup kesiapan rig, pemasangan dan integrasi peralatan, pengujian sistem, kesiapan personel, serta penerapan aspek kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan atau health, safety, security & environment (HSSE).

Estimasi 109 BCF Gas

Berdasarkan estimasi perusahaan, struktur SM-1 memiliki volume hidrokarbon in-place dengan tingkat keyakinan P50 sebesar:

109 billion cubic feet (BCF) gas.

22 million barrels of oil equivalent (MMBOE) minyak atau kondensat.

Volume hidrokarbon in-place merupakan perkiraan jumlah hidrokarbon yang berada di dalam reservoir sebelum memperhitungkan faktor perolehan. Dengan demikian, angka tersebut belum mencerminkan cadangan yang dapat diproduksikan secara komersial.

Hasil well-testing nantinya akan menjadi salah satu dasar untuk mengevaluasi karakteristik reservoir, kandungan hidrokarbon, serta peluang pengembangan lebih lanjut di struktur SM-1.

Terhubung dengan Lapangan Manpatu

Prospek eksplorasi WK Pekawai juga didukung oleh karakteristik geologi yang berkesinambungan dengan Lapangan Manpatu. Lapangan tersebut dikelola PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) dan telah memiliki plan of development (POD).

Sekitar 10% hingga 24% struktur Lapangan Manpatu berada di dalam wilayah WK Pekawai. Posisi ini menjadi salah satu faktor pendukung bagi prospek eksplorasi SM-1, karena terdapat kesinambungan struktur geologi dan indikasi hidrokarbon yang telah teridentifikasi di Lapangan Manpatu.

Meski demikian, potensi yang diperkirakan tetap perlu dikonfirmasi melalui hasil pengeboran dan pengujian sumur. Hasil tersebut akan menentukan tingkat keberhasilan eksplorasi serta kemungkinan pengembangan komersial di masa mendatang.

Eksplorasi Berbasis Keselamatan

Saka Energi menegaskan bahwa kegiatan eksplorasi di WK Pekawai akan dilakukan secara terukur dengan tetap memperhatikan keselamatan dan keandalan operasional.

“Kami akan terus menjalankan kegiatan eksplorasi secara terukur dengan mengedepankan aspek keselamatan dan keandalan operasional,” kata Fuji.

Pengeboran SM-1 diharapkan dapat memberikan informasi baru mengenai potensi hidrokarbon di WK Pekawai sekaligus memperkuat kegiatan eksplorasi Saka Energi di wilayah Kalimantan Timur.

Next Post Previous Post